Sayamerujuk kepada laporan media mengenai siasatan Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) ke atas seorang pegawai kanan kepada YB Mohamad Sabu, Menteri Pertahanan seperti yang dilaporkan Malaysiakini. Kes ini, walaupun boleh memalukan Pakatan Harapan, boleh juga diambil pengajaran dalam usaha kita memperkukuhkan lagi Pakatan Harapan
banyaknya Jangan hanya satu atau dua cita - cita. Ada pesan gantungkan harapan kalian setinggi langit, dan kejarlah. Jika kalian tidak menggapai matahari, kalian akan tersangkut di pepohonan atau di atas gunung yang tinggi, atau bahkan mencapai bintang. Memiliki cita - cita adalah wajib bagi manusia, bagaimana seharusnya kita menentukan cita-cita?
GANTUNGLAHHARAPAN HANYA KEPADA ALLAH Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menuturkan: "Jika engkau masih merasa takut dan berharap pada manusia, maka dia menjadi tuhanmu. Jika engkau masih menghadapkan hatimu pada harta dunia, maka engkau adalah budaknya, dan dia menjadi tuhanmu. Tak ada cinta yang paling abadi, kecuali cinta seorang hamba kepada Allah.
Berharappada manusia akan kecewa, maka berharaplah hanya padaNya, niscaya engkau akan bahagia.Berharap pada manusia akan kecewa, maka berharaplah hanya pada
Vay Nhanh Fast Money. Sign in / Join Sign inWelcome! Log into your accountyour usernameyour password Forgot your password? Get helpPassword recoveryRecover your passwordyour email A password will be e-mailed to you. HomeBeritaReferensiAL QuranHadistPanduanKajianKonsultasiKisahBuku IslamKajian Audio Ooops... Error 404 Sorry, but the page you are looking for doesn't exist. You can go to the HOMEPAGEOUR LATEST POSTS KajianKesetaraan Gender, Islam dan Kepemimpinan Perempuan di Jawa PanduanSatu Kambing Bisa untuk Qurban Satu Keluarga KajianPerintah Meminta Pertolongan Hanya Kepada Allah KajianDilema Muslim Indonesia Timur Menunggu Sidang Isbat PanduanYang Paling Berhak Memberi Nama Anak KonsultasiBatasan Usia Hewan KurbanAboutContact Us © Copyright 2020 All Rights Reserved.
Jika kamu telah selesai melakukan suatu pekerjaan, maka lakukanlah pekerjaan lain dengan sungguh-sungguh. Dan hanya kepada Tuhanmu lah hendaknya kamu berharap. Asy-Syarh 7-8Tema pokok dari surat Asy-Syarh adalah penguatan kepada Rasulullah Saw agar tetap tegar dalam menjalankan misi dakwah Islam, meskipun tantangan yang dihadapinya sangatlah berat. Penguatan itu diberikan dengan mengingatkan betapa banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada beliau. “Bukankah telah Kami lapangkan dadamu, dan Kami ringankan beban yang memberatkan pundakmu, dan telah Kami tinggikan sebutan namamu…” Asy-Syarh 1-4. Kemudian Allah menegaskan salah satu kaidah atau hukum-Nya yang pasti, “Maka sesungguhnya bersama dengan kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan” Asy-Syarh 5-6. Baru kemudian diikuti dengan dua perintah,“Jika kamu telah selesai melakukan suatu pekerjaan, maka lakukanlah pekerjaan yang lain dengan sungguh-sungguh. Dan hanya kepada Tuhanmu lah hendaknya kamu berharap”.Perintah pertama, “Fa idza faraghta fanshab”. Ada yang mempersempit makna ayat ini dengan mengartikannya, “Jika kamu telah melakukan satu ibadah maka lakukanlah ibadah yang lain dengan sungguh-sungguh”, dengan diberi contoh “setelah selesai shalat, berdzikir dan berdoalah. Selesai berdzikir dan berdoa, bacalah Al-Qur`an”. Akan tetapi keumuman redaksi ayat ini harus dimaknai lebih luas, menyangkut semua aktivitas manusia, tidak terbatas pada ibadah mahdhah. Inti dari perintah pertama ini menurut hemat penulis adalah tuntunan kepada orang beriman agar “jangan biarkan waktu berlalu tanpa melakukan sesuatu yang berguna”. Dengan kata lain, melakukan pekerjaan yang melahirkan kebaikan-kebaikan, atau beramal saleh amilush-shalihat. Amal saleh juga jangan dipersempit artinya dengan ibadah mahdhah atau pekerjaan-pekerjaan “ukhrawi”, tapi mencakup semua pekerjaan, termasuk pekerjaan-pekerjaan “duniawi”.Dari kaidah “Fa idza faraghta fanshab” ini bisa diturunkan beberapa prinsip dalam praktik kehidupan, antara lain sebagai berikut. “Istirahat adalah ganti pekerjaan”. Seorang guru, sekadar contoh, setelah selesai mengajar di kelas, dia duduk di ruang guru mengoreksi pekerjaan siswa, setelah itu berbincang sejenak dengan rekan sesama guru atau membuka WhatsApp untuk bermedia sosial. Waktu yang tersisa digunakan untuk membuat persiapan mengajar, kemudian berjalan-jalan di sekitar gedung sekolah untuk meregangkan otot setelah duduk beberapa jam sambil menuju mushalla untuk melakukan shalat dhuha. Intinya, semua waktu digunakan untuk sesuatu yang berguna, tidak ada yang sia-sia. Bermedia sosial untuk tujuan memperoleh informasi dan silaturahmi juga pekerjaan yang berguna. Jalan-jalan untuk relaksasi juga pekerjaan yang berguna. Berbagai bentuk hiburan yang dibenarkan oleh syariat, seperti berolah raga, bermusik, berwisata, adalah juga bagian dari pekerjaan yang berguna, karena tujuan utamanya adalah re-kreasi, yaitu menghilangkan letih agar sesudah itu bisa menjalankan ibadah dan pekerjaan dalam keadaan segar dan berikutnya adalah “jangan menunda pekerjaan”. Pekerjaan yang bisa dilakukan hari ini, jangan ditunda sampai besok. Nanti, nanti, nanti; besok, besok, besok; hanya ada dalam kamus para pemalas. Jangan menunda pekerjaan sampai kehabisan waktu, kehilangan kesempatan, atau kedaluwarsa. Menunda-nunda pekerjaan menyebabkan menumpuknya pekerjaan dan terbengkalainya pekerjaan. Menunda-nunda shalat sampai detik-detik terakhir atau injury times adalah kebiasaan yang buruk. Menunda-nunda bayar utang, termasuk utang puasa, bisa berakibat hilangnya kesempatan karena Ramadhan berikutnya telah tiba, apalagi kalau menyangkut hak-hak adami, hutang akan dibawa sampai hari kiamat. Nabi shallallahu alaihi wasallam mengingatkan kita semua “Gunakanlah lima hal sebelum datangnya lima hal masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, longgarmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu”. Al-HakimPrinsip ketiga adalah “jangan pernah menganggur”. Yang dimaksud menganggur bukan tidak menjadi PNS, tidak kerja di perusahaan atau pabrik dan sejenisnya. Yang dimaksud menganggur adalah membiarkan waktu berlalu tanpa melakukan sesuatu yang berguna, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Ketika anda melakukan sesuatu meskipun tidak berbayar atau bergaji, tapi bermanfaat untuk diri sendiri dalam jangka pendek atau jangka panjang, bermanfaat bagi orang lain, banyak atau sedikit, maka anda tidaklah disebut penganggur. Jika anda tidak disibukkan oleh kegiatan yang berguna, maka anda pasti akan disibukkan oleh kegiatan yang berbahaya atau setidaknya tidak berguna. Di akhirat nanti setiap orang akan diminta pertanggungjawaban tentang untuk apa dihabiskannya perintah kedua “wa ila Rabbika farghab”, mengarahkan orang beriman agar menggantungkan harapannya hanya kepada Allah Swt. Hanya kepada Allah lah dia bersandar. Hanya kepada Allah lah dia berlindung. Karena hanya Allah lah tempat bersandar, penjamin harapan, pemberi perlindungan yang paling aman. Manusia akan tetap resah dan gelisah jika antara dirinya dengan Allah masih terhalang oleh tabir kebodohan dan ketidakpahaman terhadap Rabbnya. Siapa yang melupakan Allah, maka Allah akan membuat dia lupa kepada dirinya sendiri. Adakah manusia yang bisa mengelak atau bersembunyi dari Allah di hari perhitungan? Di hari itu, kepada siapa manusia minta perlindungan dari hukuman Allah? Tiada lain hanya kepada Allah Swt memberikan berbagai jaminan kepada hamba-Nya yang selalu mengingat-Nya, menyandarkan diri kepada-Nya, dan memohon perlindungan dari-Nya. “Ingatlah kepada-Ku, Aku akan mengingatmu” Al-Baqarah 152. “Jika kalian menolong agama Allah, Allah akan menolong kalian” Muhammad 7. “Berpeganglah pada Allah, Dialah Pelindungmu, sungguh Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong” Al-Haj 78. “Dia lah yang menurunkan ketenteraman ke dalam hati orang-orang agar iman mereka bertambah-tambah kuat” Al-Fath 4. Dan terdapat puluhan ayat lagi yang berisi jaminan Allah akan memberikan perlindungan, rasa aman, kecukupan hidup, dalam kehidupan dunia kepada orang-orang yang sungguh-sungguh berimanAdapun jaminan Allah kepada orang-orang beriman yang istiqamah dengan imannya, dalam kehidupan akhirat, antara lain keringanan dalam sakaratul maut, “Yaitu orang-orang yang diwafatkan dalam keadaaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan kepada mereka selamat atas kalian, masuklah kamu ke dalam sorga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan’” An-Nahl 32; janji sorga, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Allah Tuhan kami, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan janganlah kalian merasa takut dan merasa sedih. Bergembiralah kalian dengan memperoleh sorga yang telah dijanjikan Allah kepada kalian.” As-Shaffat 30; wajah bahagia berseri-seri, “Wajah-wajah orang mukmin pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhan merekalah mereka melihat” Al-Qiyamah 22-23, “Banyak muka pada hari itu berseri-seri tertawa dan gembira ria” Abasa 38-39.Ringkas kata, untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat, modalnya cukup dengan terus menerus bekerja untuk kebaikan dan menggantungkan harapan hanya kepada Allah semata.
404 Not Found - NotFoundHttpException 1 linked Exception ResourceNotFoundException » [2/2] NotFoundHttpException No route found for "GET /doa-agar-kaya-raya-Blog-6786294" [1/2] ResourceNotFoundException Logs Stack Trace Plain Text
Oleh Muhammad Satria Andhika BELAJAR menggantungkan segala harap kepada Allah adalah sikap hati yang perlu dilatih, dan ini adalah latihan yang tidak mudah. Sebab kebanyakan dari kita terbiasa lebih suka membawa bawa beban itu kemana mana, dan menggantungkan harapan kepada makhluk. Kebanyakan dari kita belumlah terlatih untuk langsung mengandalkan pertolongan Allah. Mungkin ada sebagian dari kita, diberikan kesulitan sedikit saja langsung hilang kepercayaannya kepada Allah, bahkan ada yang enggan menunaikan fardhu-nya. BACA JUGA Segera Lakukan, Jangan Tunda 5 Kebaikan Ini Kalaupun berharap, lebih sering “menjerit-jerit” meminta Allah membantu saat itu juga, langsung mempertanyakan kenapa itu terjadi. Lalu meninggalkan ibadah dan keyakinan kepada Allah ketika merasa tidak “didengar”. Kemudian belumlah selesai dengan melatih diri untuk menyandarkan dan memasrahkan beban masalah kita kepada Allah, terkadang malah menyalahkan Allah atas beban hidupnya. Padahal bukankah dari awal dirinya tidak yakin akan pertolongan Allah? Bagaimana Allah akan menolong, jika keyakinannya saja belumlah seutuhnya?? Tidak semua orang mampu menyakini akan janji Allah ketika dirinya diberikan kesulitan. Inilah letak ujian yang tidak semua dari kita menyadarinya, dan ini sangat tergantung daripada pemahaman dan keyakinan kita kepada Allah. Tidak semua orang akan mampu melihat tanda tanda pertolongan Allah dengan sama, sangat tergantung dari tebal tipis nya keberadaan “hijab” antara dirinya dengan Allah. Allah sudah berjanji bahwa tanda tanda NYA hanya akan diperlihatkan kepada yang menyakini-NYA saja. Maka janganlah sampai mempertanyakan mengapa tanda tanda tersebut tidak diperlihatkan-NYA dengan sama antara diri kita dan kepada yang lain. Segera periksa diri sendiri, sebesar apa rasa percaya kepada-NYA? Sudah penuh utuh percaya kah? Sudah berikhtiar dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya kah? Atau masih ada keraguan yang tebal antara diri mu dengan-Nya? BACA JUGA Perlu Diingat, Ini 10 Sikap yang Tidak Baik Kita Lakukan Apakah orang-orang beriman mendapatkan pertolongan Allah seketika? Apakah surga dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa tanpa melalui ujian sebelumnya? Mari perbaiki terus tauhid kita, mari terus melatih diri agar selalu berbaik sangka pada-Nya. Karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. []
gantungkan harapan hanya kepada allah